Rabu, 08 Mei 2013

Kejujuran, bukti kebenaran Rasulullah SAW

Posted by DEW 1 FULDFK on 17.10 with No comments
Rasulullah saw memiliki tingkat derajat kekuatan rohani dan kesempurnaan batin serta akhlak yang sempurna (QS 68:4), sehingga tidak heran kalau beliau dijadikan sebagai teladan bagi umat manusia. (QS 33:21). Segala nilai akhlak tinggi berpadu pada pribadi beliau dalam suatu keseluruhan yang sempurna lagi serasi. Siti ‘Aisyah r.a., istri Rasulullah saw. yang sangat berbakat, ketika pada sekali peristiwa diminta menerangkan peri keadaan Rasulullah saw., bersabda, “Beliau memiliki segala keagungan akhlak yang disebut dalam Alquran sebagai ciri-ciri istimewa seorang abdi Allah yang sejati” (Bukhari) Salah satu hal penting dari akhlak rasulullah saw adalah kejujuran. Kejujuran adalah satu barometer untuk menilai kebenaran risalah kenabian para utusan Allah. Yaitu sosok yang terkenal jujur yang mana para musuh para nabipun mengakuinya - maka tidak mungkin ia tiba-tiba membawa kebohongan yang mengatasnamakan Tuhan. Hal itulah yang disinggung di dalam Al-Qur’an berkaitan dengan Rasulullah saw: Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepada kalian. Sesungguhnya aku telah tinggal bersama kalian beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kalian tidak memikirkannya?" (QS 10:17). Dengan kata lain Rasulullah saw hendak mengatakan Saya bukanlah orang yang berdusta dan mengada-ada. Lihatlah, saya selama 40 tahun sebelumnya tinggal di antara kalian. Apakah kalian telah membuktikan kedustaan saya atau saya sebagai orang yang mengada-ada? Jika tidak seharusnya kalian berpikir dan timbul pemahaman bahwa seorang yang sampai hari ini tidak pernah berdusta dalam corak apapun dan sekecil apapun, maka bagaimana mungkin tiba-tiba pada hari ini ia berdusta atas nama Tuhan?" Pengakuan akan Kejujuran Rasulullah saw Kejujuran Rasulullah saw sendiri telah diakui tidak saja oleh orang terdekat beliau tetapi oleh para musuh beliau sendiri. Kejujuran di Masa Muda Di masa muda, jauh sebelum pendakwaan beliau sebagai nabi, para pemuka Arab telah mengakui kejujuran Rasulullah saw dan menyebutnya sebagai al-amin. Hal itu dapat kita jumpai dalam peristiwa pemugaran Ka’bah, suku-suku berselisih tentang siapa yang paling berhak memindahkan Hajar Aswad, sampai akhirnya diambil kesimpulan bahwa siapa yang datang paling pertama kesokan harinya maka apapun keputusannya, itulah yang akan diterima. Keesokan harinya ternyata yang datang pertama kali adalah Nabi Muhammad saw. Maka mereka yang melihat Rasulullah saw yang datang pertama, mereka langsung mengatakan: – haa dzal amiin (ini adalah orang yang jujur), kita senang karena orangnya adalah Muhammad (saw.)". Tetapi dalam pelaksanaannya Nabi Muhammad saw tidak egois melainkan beliau menyuruh untuk membawa sehelai kain, yang mana setiap pemuka suku masing-masing memegang setiap sudut kain dan mengangkat Hajar Aswad secara bersama-sama. (Assiratunnabawiyyah li ibni Hisyam isyaaratu abi umayyata bitahkiimi awwali daakhilin fakaana Rasulullah saw. ) Kesaksian Siti Khadijah r.a. Kemudian perhatikanlah akhlak Rasulullah saw di masa muda yang beliau jalani. Setelah Khadijah r.a mendengar perihal kebenaran tutur kata, kejujuran dan keluhuran budi pekerti beliau (saw) maka beliau (r.a.) mempercayakan kepada Nabi Muhammad saw untuk berniaga dengan menyerahkan hartanya kepada beliau saw. Dalam perjalanan itu Maisarah, pembantu Siti Khadijah r.a., juga ikut bersama beliau saw. Pada saat kembalinya, Maisarah menceriterakan ihwal perjalanan beliau saw. Setelah mendengar kisah perjalanan itu Khadijah sangat terkesan dengan kisah perjalanan itu. Maka kemudian beliau menyuruh mengirim pinangan kepada Rasulullah saw. Beliau terkesan karena beliau (saw.) sangat memperhatikan ikatan tali kekerabatan, terpandang di masyarakat, seorang yang jujur dan memiliki budi pekerti yang luhur serta senantiasa berkata benar. (Assiratunnabawiyyah liibni Hisyam hlm. 149.) Kesaksian Istri Istri-istri merupakan pemegang rahasia baik buruknya perilaku suami, merekalah yang dapat memberikan kesaksian akan kondisi rumah tangga dan urusan-urusan sehari-hari; kesaksian mereka itulah yang bisa dipegang dan memiliki nilai bobot yang dapat dijadikan standar. Begitu juga yang tertera dalam sebuah riwayat Ummul mu'minin, Aisyah ra dalam meriwayatkan tentang turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah saw. Menyebutkan bahwa Rasulullah saw. Menumpahkan kerisauan beliau kepada Ummulmu'minin Khadijah r.a. saat turunnya wahyu pertama. Maka seraya menghibur kepada beliau Khadijah r.a. berkata kepada beliau: "Tidaklah seperti apa yang Tuan Pikirkan. Selamat sejahtera atas Tuan. Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakan Tuan. Tuan menyambung tali ikatan silaturrahmi dan senantiasa berkata benar dan berperilaku dan berbudi pekerti baik. (kitabutta'biir awwalu bab maa bada'a bihi Rasulullaah saw minal wahyi arru'ya shaalihah. ) Kesaksian Abu Bakar Shiddiq r.a. Kemudian perhatikanlah kesaksian sahabat beliau. Sahabat yang dari sejak kecil bermain bersama-sama, tumbuh remaja hingga dewasa, yakni Abu Bakar r.a.. Sahabat ini dalam setiap keadaan senantiasa membenarkan beliau dan hanya melihat dan mendengar beliau saw. sebagai seorang yang senantiasa menekankan akan kebenaran. Oleh karena itu di dalam benak beliau sama sekali tidak dapat terbayangkan bahwa Rasulullah dapat mengucapkan kata-kata dusta. Sebagaimana tertera dalam sebuah riwayat bahwa Abu Bakar r.a ketika mendengar pendakwaan beliau sebagai nabi maka kendati berbagai penjelasan telah diberikan oleh Rasulullah saw., beliau r.a. tidak meminta argumentasi; sebab sepanjang hidup beliau r.a. inilah yang beliau saksikan bahwa beliau saw. senantiasa berkata jujur. Beliau hanya bertanya kepada Rasululah saw. bahwa apakah benar beliau saw. telah mendakwakan diri sebagai nabi? Maka Rasulullah ingin terlebih dulu memberikan penjelasan, tetapi dalam setiap kali ingin memberikan keterangan, inilah yang beliau tanyakan bahwa "Berilah jawaban kepada saya ya atau tidak". Atas jawaban ya yang Rasulullah saw berikan, beliau mengatakan: "Di hadapan saya terbentang seluruh kehidupan Tuan di masa lalu. Oleh karena itu bagaimana saya bisa dapat mengatakan bahwa seorang hamba Allah yang senantiasa berkata benar tiba-tiba menjadi orang yang berdusta kepada Tuhan?" (Dalaailunnubuwwah lil Baihaqi jilid 2 hlm. 164 darul kutub alilmiyyah Bairut) Kesaksian Pihak Lawan Kejujuran Rasulullah saw diakui juga oleh musuh-musuh beliau sendiri, tetapi tidak seperti halnya Abu Bakar Siddiq yang menerima beliau dengan suatu pemikiran yang dilandasi hati yang bersih – yaitu seseorang yang selalu berkata benar maka tidak mungkin dia tiba-tiba berdusta untuk hal yang sangat besar yaitu berdusta atas nama Tuhan - para musuh Rasulullah saw kendati di satu sisi mengakui kejujuran dan kelurusan Rasulullah saw tetapi mereka tidak bisa menangkap rahasia dibalik pengakuan kejujuran dari mereka tersebut. Satu contohnya adalah ketika terjadi usaha stigmatisasi pada diri Nabi Muhammad saw. Para pemuka Quraisy berkumpul yang di dalamnya terdapat Abu Jahal dan musuh yang paling besar beliau Al-Akhdhar bin Haris. Salah seorang berkata bahwa hendaknya Rasulullah (saw) dianggap sebagai tukang sihir atau beliau dinyatakan sebagai seorang yang pendusta, maka Nadhar bin haris berdiri lalu berkata, "Hai kelompok Quraisy! Kalian terperangkap dalam suatu masalah yang untuk menghadapinya tidak ada cara yang kalian dapat tempuh. Muhammad (saw) di antara kalian adalah seorang pemuda yang kalian paling cintai, merupakan pemuda yang paling benar dalam ucapan. Di antara kalian merupakan orang yang paling jujur. Kini kalian telah melihat tanda-tanda umur di keningnya dan amanat yang dibawanya dan kalian mengatakan bahwa itu adalah sihir? Di dalam dirinya tidak ada bau-bau sihir. Kamipun telah melihat tukang tenung. Kalian mengatakan bahwa dia adalah seorang theosopi (yang berbicara dengan jin/kahin), kamipun telah melihat theosopi (tukang jin/kahin). Dia sama sekali bukanlah ahli teosopi (kahin). Kalian mengatakan bahwa dia adalah seorang penyair. Dia sama sekali bukanlah seorang penyair. Kalian mengatakan bahwa dia adalah orang gila, tetapi di dalam dirinya sama sekali tidak ada tanda-tanda orang gila. Hai kelompok Quraisy, renungkanlah, kalian tengah berhadapan dengan suatu masalah yang besar". (Assiratunnabawiyyah li-ibni Hisyam hlm. 224. ) Kesaksian Abu Jahal Kemudian satu kesaksian lain yaitu kesaksian musuh beliau, Abu Jahal. Ali r.a meriwayatkan bahwa Abu Jahal berkata kepada Nabi saw, "Kami tidak mengatakan engkau dusta. Namun, kami menganggap dusta ajaran yang engkau bawa". Apabila hati sudah tertutup, jika akal seseorang tidak bekerja lagi maka baru seperti itulah yang dia akan katakan. Oleh karena itulah Allah berfirman, "Cobalah gunakan sedikit akal kalian, apakah seorang yang benar dapat mengajarkan ajaran yang dusta? Orang yang benar tentu yang pertama dilakukannya adalah berdiri melawan ajaran yang tidak benar." Kesaksian Abu Sufyan Ibni Abbas r.a meriwayatkan bahwa Abu Sufyan bin Harb memberitahukan kepada beliau bahwa "Pada saat saya pergi ke Syam bersama kafilah para pedagang, Raja Romawi Heraklius memanggil kafilah kami supaya dia bisa menanyakan beberapa pertanyaan berkenaan dengan Rasulullah saw. Abu Sufyan memberikan keterangan mengenai pembicaraan beliau di istana Raja Roma kepada Heraklius bahwa "Dia (Heraklius) menanyakan kepada saya beberapa pertanyaan. Salah satu diantara pertanyaan itu adalah bahwa: Apakah sebelum pendakwaannya kalian telah menuduh dia berkata dusta? Sebagai jawaban kepadanya saya mengatakan bahwa kami tidak pernah menuduhnya berdusta. Maka Heraklius berkata bahwa ketika kamu memberikan jawaban dalam bentuk negative (kata tidak), maka saya dapat memahami dalam keadaan seperti itu tidak pernah terjadi bahwa seseorang yang tidak pernah berdusta kepada siapapun tetapi tetapi kepada Tuhan dia berdusta". Heraklius bertanya, "maa dzaa ya'murukum - apa yang Muhammad perintahkan kepada kalian?" Abu Sofyan menjawab, "Dia memerintahkan kepada kami, sembahlah Allah yang merupakan sembahan yang benar dan Tuhan Yang Esa dan janganlah menyekutukan-Nya dengan apapun dan tinggalkanlah apa yang nenek-moyang kalian katakan. Dan dia memerintahkan kepada kami untuk melakukan shalat, senantiasa berkata benar, menjadi orang yang suci bersih dan memperhatikan ikatan tali silaturrahmi". Maka selanjutnya Heraklius mengatakan bahwa "Apa yang engkau katakan jika itu benar maka tidak lama lagi dialah yang akan menjadi pemilik dimana tempat kaki saya berpijak sekarang ini". (Bukhari kitab badul wahyi nomor 7. ) Kehebatan Ru'ub (Kharisma) Rasulullah saw. Kendati tidak beriman, terdapat pengaruh wibawa kebenaran beliau saw, yang menggetarkan hati para penentang. Dan mereka senantiasa dalam keresahan bahwa seandainya perkataan dan ajaran yang dibawa oleh Muhammad (saw) benar maka apa yang akan terjadi dengan mereka. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah riwayat dimana pada suatu kali orang-orang Quraisy mengirimkan Utbah seorang pemuka Quraisy sebagai delegasi Quraisy untuk menghadap Rasulullah saw.. Dia berkata, "Kenapa engkau mencela sembahan kami, dan mengapa mengatakan nenek moyang kami sesat? Apapun keinginan Anda akan kami penuhi dengan syarat berhentilah engkau dari hal-hal tersebut". Rasulullah saw. mendengarkan semua perkataannya dengan tenang dan sabar. Ketika dia telah mengatakan semuanya, maka Rasulullah saw. membaca beberapa ayat surah -- Haa miim Fushshilat. Ketika beliau sampai kepada ayat bahwa "Aku memperingatkan kalian dengan azab kaum 'Ad dan kaum Tsamud", maka Utbah mencegah beliau, supaya berhenti dan dengan rasa ketakutan dia segera bangkit dan pergi. Sesampainya kepada orang Quraisy ia berkata, “Apakah kalian mengetahui bahwa Muhammad saw. apabila dia mengatakan sesuatu maka dia tidak pernah berdusta. Saya khawatir jangan-jangan akan turun azab kepada kalian yang dia peringatkan kepada kalian.” Semua para pemuka itu setelah mendengar ini menjadi terdiam. (Assiratul halbiyyah dari Allamah Burhanuddin jilid I hlm. 303 cetakan Bairut. ) Kesaksian Para Pemuka Qurays Kemudian kesaksian akan kebenaran beliau tidak hanya keluar dari orang perorag saja bahkan semua kaum memberikan kesaksian akan kebenaran ucapan beliau. Ketika perintah wa andzir ‘asyiira takalaqrabiin–" Dan berilah kepada kerabat-kerabat engkau yang terdekat, apa yang Allah telah turunkan kepada engkau". Maka Rasulullah saw. naik ke bukit Safa dan dengan suara lantang beliau memanggil nama-nama semua kabilah Quraisy. Ketika semua orang berkumpul maka beliau bersabda bahwa, "Hai Quraisy! Jika saya memberitahukan kepada kalian bahwa di belakang gunung itu ada lasykar yang bersembunyi yang tidak lama lagi akan melakukan penyerangan terhadap kalian, apakah kalian akan meyakini kata-kata saya?" Padahal ketinggian bukit tersebut tidak dapat memungkin untuk dijadikan sebagai tempat persembunyian, tetapi oleh sebab mereka mengetahui bahwa Muhammad (saw) tidak pernah berdusta, semua dengan suara bulat mengatakan ya, kami pasti akan mempercayainya, sebab kami senantiasa mendapatkan engkau sebagai orang yang selalu berkata benar. Maka beliau saw kemudian bersabda lagi, "Kalau begitu dengarlah, saya memberitahukan kepada kalian bahwa lasykar azab Tuhan telah sampai kepada kalian, berimanlah kepada Tuhan dan hindarilah diri kalian dari azab Ilahi". (Sirat Khatamunnabiyyin Pengarang Hadhrat Mirza Basyir Ahmad MA hlm. 128. ) Kali ini setelah mendengar kata-kata ini orang-orang Quraisy meninggalkan tempat itu dan mereka mulai mengolok-olok dan mentertawakan ajaran beliau. Tetapi satu hal yang pasti mereka sama sekali tidak mengatakan bahwa beliau pendusta. Jika ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka maka itu adalah bahwa beliau senantiasa berkata benar dan sungguh beliau senantiasa berkata benar. Standar dan mutu kebenaran beliau sedemikian tinggi, jelas dan terang sehinga tidak mungkin timbul masalah bahwa ada yang bisa menuduh beliau berdusta, kendati secara isyarah sekalipun. Setelah membaca sebagian dari kesaksian-kesaksian diatas siapa yang bisa mengatakan bahwa beliau bukanlah seorang yang berkata benar dan bukan seorang Nabi Allah. Tidak ada yang dapat mengatakan hal seperti itu ini, kecuali yang hati, telinga, dan matanya telah dicap dan telah ditutupi tirai, tidak ada lagi yang dapat mengatakan hal seperti itu. Dan Rasulullah saw. sendirilah yang menzahirkan kebenaran dan kejujuran itu dan tidak hanya menyebarkan bahkan di dalam hati orang yang mengimani beliaupun beliau ciptakan di dalam hati mereka pun beliau penuhi dengan sepenuh-penuhnya. Dan dengan mengatakan kebenaran dan dengan mengimani kebenaran itulah banyak sekali orang-orang di masa-masa awal siap untuk menemui ajalnya. Tetapi mereka mengatakan yang benar itu benar. Sebagaimana saya telah katakan bahwa suatu ajaran yang tinggi dan untuk memeriksa karakter orang yang membawanya sangat perlu melihat juga standar kebenaran dalam kehidupan orang itu. Dan standar ini yang paling besar kita dapat lihat adalah di dalam kehidupan Rasulullah saw.. Standar kebenaran beliau di masa kanak-kanak dan ketika telah dewasa sangat tinggi sekali, yang mengenainya kita telah melihat kesaksiannya dalam berbagai kesempatan. Musuhpun kendati tidak yakin terhadap ajaran beliau dan tidak yakin kepada Tuhan namun setelah mendengar peringatan dari pihak beliau, setelah mendengar sesuatu yang memperingatkan maka mereka menjadi ketakutan. Semoga kejujuran itu juga menjadi standar kita dalam semua bidang kehidupan. Aamiin. Sumber: Khutbah Jumat Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Islam dan Pemimpin Jemaat Ahmadiyah seluruh dunia. Tanggal 2 Muharram 1426 H di Masjid Baitul-Futuh, Morden, London, Inggris Terjemah Mln. Komaruddin Syahid Disadur oleh: Jusman

Senin, 15 April 2013

Assalamu'alaykum ikhwan wa akhwat fillah!
Kali ini kami mau berbagi sedikit pngetahuan kami nih ttg merapatkan dan meluruskan shalat.

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ


Banyak yang familiar kan dengan kalimat diatas? Itu lho, yang sering disebut oleh imam sesaat sebelum mulai shalat berjama'ah. Yup, benar. Kalimat itu merupakan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam  yg diriwayatkan dalam Shahih Bukhari nomor 681.

Blogreader setia DEW 1, tau ga sih ancaman kalau kita ga meluruskan shalat? Dalam Shahih Muslim nomor 660 diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyamakan shaf kami hingga seakan-akan menyamakan busur panah hingga beliau melihat bahwa kami sungguh telah terikat darinya. Kemudian pada suatu hari beliau keluar, lalu berdiri hingga hampir bertakbir, lalu beliau melihat seorang laki-laki menonjolkan dadanya dari shaf, maka beliau bersabda, ‘Wahai hamba Allah, sungguh kalian menyamakan shaf kalian atau Allah akan menyelisihkan antara wajah kalian’.”


Rasulullah juga mewanti-wanti kita agar tidak memberikan kesempatan setan masuk diantara celah yang terbentuk apabila kita tidak merapatkan shaf.

“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

Bahkan dalam suatu riwayat atsar sahabat, karena begitu pentingnya dalam meluruskan dan merapatkan shalat ini, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu pernah meluruskan shaf barisan shalat berjama'ah dengan menggunakan pedangnya!


Berarti sampai sini kita sepakat kan bahwa shalat harus lurus dan rapat? Lalu, bagaimana seharusnya cara merapatkan shaf shalat itu? Banyak lho ikhwah yang salah kaprah, ada yang mengatakan bahwa mempertemukan bahu dengan bahu sudah cukup, ada juga yang hanya fokus -bahkan sampai memaksakan- agar sisi luar kaki bersentuhan dengan sebelahnya (dan tidak memperhatikan bahwa jarak antar bahunya renggang) sampai-sampai udah mau split aja kyk jagoan-jagoan silat itu (oke, ini lebay, ha. ha).

Ini dia problem yang tidak hanya di masyarakat saja kita temukan, bahkan sesama aktivis dakwah pun berbeda-beda pendapat. Padahal ya kawan ikhwan wa akhwat fillah semua, Rasulullah justru mengajarkan bahwa keduanya harus saling bertemu agar shalat kita lurus dan rapat. 

"...beliau bersabda, 'Luruskanlah shaf-shaf kalian. Sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari belakang punggungku.' Dan setiap orang dari kami merapatkan bahunya kepada bahu temannya, dan kakinya pada kaki temannya." -Shahih Bukhari: 683)

Coba kita lihat kondisi masyarakat kita di masjid-masjid ketika shalat berjama'ah. Faktor tikar/sajadah untuk shalat membuat mereka cenderung renggang dan ada celah (satu orang satu sajadah), selain faktor ketidaktahuan masyarakat tentang syariat meluruskan shaf ini. Hal inilah yang harus kita, aktivis dakwah, edukasi ke masyarakat. Tahukah kita bahwa rapatnya barisan shalat itu termasuk tanggung jawab dari imam? Jadi, imam tak hanya sekedar mengucapkan "sawwuu shufuufakum..." saja, namun memang benar-benar memastikan tidak ada celah/renggang diantara makmum shalatnya.

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)” -HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (743)

Tentu kita tidak mau kan diputuskan rahmatnya oleh Allah Subhanahu wa ta'ala? Maka dari itu, untuk imam, dia wajib hukumnya merapikan shaf makmum, tidak sekadar mengucapkannya saja. Bagi makmum yang paham dan mengerti, wajib menyampaikan perihal meluruskan dan merapatkan shaf shalat ini. Sehingga kita saling menjaga kesempurnaan shalat satu sama lain, dan tidak membiarkan ada celah-celah yang dapat diisi oleh setan.


Padahal dalam sabda Rasulullah sudah dijelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengangkat derajat orang-orang yang menutup celah dalam shaf shalat dan akan dibangunkan sebuah di dalam surga Allah.


مَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karenanya dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga" -HR.Ibnu Majah Al-Qozwini dalam Sunan-nya (1004). Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Muhammad Nashir Al-Albany -rahimahullah- dalam Shohih Sunan Ibnu Majah (1004) dan At-Ta’liq Ar-Roghib (1/335) cet. Maktabah Al-Ma’arif , tahun 1421 H


Berikut kami sertakan gambar bagaimana sih meluruskan dan merapatkan shaf:




Dan bagi kalian blogreader yang haus akan ilmu dan ingin membaca lebih, bisa kunjungi beberapa site yang kami jadikan rujukan dalam pembuatan artikel ini :)


http://id.lidwa.com/app/

http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/pentingnya-meluruskan-dan-merapatkan-shaf-ketika-sholat-berjamaah.htm#.UWuecqLG-So
http://majalah-assunnah.com/index.php/soal-jawab/236-imam-wajib-meluruskan-shaf
http://beritamuslimsahih-ahlussunnah.blogspot.com/2012/01/hukum-merapatkan-meluruskan-shaf.html#meluruskanshof1
http://tipongtuktuk.wordpress.com/2012/12/02/bahu-dengan-bahu-kaki-dengan-kaki/
http://penyegarhati.com/2011/08/tata-cara-meluruskan-dan-merapatkan-shaf-sholat-berjamaah/

Wallahua'lam bish-shawab



Departemen Humas dan IT
Dewan Eksekutif  Wilayah 1 FULDFK


Jumat, 12 April 2013

5th Summation Field Report

Posted by DEW 1 FULDFK on 08.40 with No comments

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kita ketahui bahwa pada tanggal 14 maret 2013 LDF FK UNILA mengadakan sebuah acara Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) FULDFK wilayah satu, yaitu 5th Summation. Dimana kali ini rangkaian acara selama 5th Summation Bandar Lampung akan di uraikan secara detil. Hal ini dilakukan sebagai gambaran bagi LDF, khususnya LDF wilayah satu yang tidak mengikuti rangkaian acara 5th Summation kemarin. Dan hal ini juga dilakukan untuk gambaran bagi LDF yang nantinya akan menjadi tuan rumah SUMMATION, sehingga kesalahan-kesalahan tidak terulang lagi dalam rangkaian acara Summation yang berikutnya.
Pada hari pertama, hari kamis tanggal 14 maret 2013 para delegasi tiba di Bandar Lampung dan langsung disambut oleh para panitia Summation. Pada malam hari sekitar pukul 20.30 adalah acara pembukaan yang berlokasikan di Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung. Pembukaan berlangsung sekitar satu jam. Setelah acara pembukaan selesai, para delegasi kembali ke penginapan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk rapat kerja wilayah pada esok harinya. Pada ke esokan harinya acara yang sesunguhnya dari Summation di mulai, yaitu Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL). Pada pukul empat pagi para delgasi melakasanakan shalat tahajud dan di lanjutkan dengan sahalat shubuh berjamaah di Masjid Al -Furqon Bandar Lampung. Setelah melakukan shalat berjamaah para delegasi (ikhwan) berkumpul di sudut masjid untuk saling berkenalan dengan antar delegasi dan di lanjutkan dengan taujih yang diberikan saudara Fikri delegasi dari FK USU. Acara ta’aruf dan taujih berakhir, lalu dilanjutkan dengan acara peregangan selama sepuluh menit di halaman masjid Al Furqon. Setelah acara peregangan selesai para delegasi kembali ke penginapan untuk bersiap-siap menuju FK UNILA untuk melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL). Acara pembukaan RAKERWIL berlangsung pada pukul 08.15 WIB, yang sebelumnya para delegasi sarapan dan shalat dhuha terlebih dahulu di fakultas kedokteran UNILA. Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al quran oleh saudara Fikri dan di lanjutkan dengan sambutan dari ketua syuro RAKERWIL saudara Ahmad Ismatullah sekaligus membuka RAKERWIL DEW-1.

Acara rapat diawali dengan pembacaan surat dari ketua FULDFK DEW-1 tahun lalu yaitu dari saudara Kamal Faruq dan surat dari ketua FULDFK DEW-1 tahun ini yaitu dari saudara Fauzan, lalu dilanjutkan dengan presentasi tentang program kerja dari masing-masing divisi, dimana yang pertama mempresentasikan program kerjanya adalah dari divisi KKIA yang disampaikan oleh saudara M. Anugerah Yusro (FK UNSRI). Rangkaian acara rapat kerja wilayah di lanjutkan dengan acara utama yaitu pembahasan progja-progja dari masing-masing divisi FULDFK DEW-1. Yang pertama yang mempresentasikan progga-progjanya adalah divisi KKIA yang disampaikan oleh akhina Muhammad Anugerah Yusro (FK UNSRI). Dalam presentasi progja KKIA cukup memakan waktu yang lumayan banyak, dikarenakan ada salah satu progjanya yaitu IMF. Urutan kedua yang mempresentasikan progja-prognya adalah dari divisi HUMAS yang disampaikan oleh akhina Pati Wardana Rambe (FK UISU). Selanjutnya dilajutkan dengan presentasi dari divisi Finansial yang disamaikan oleh ukhina Janet Sugiharto (FK UISU). Salah satu divisi dari FULDFK DEW-1 tidak mempresentasikan progja di depan peserta melainkan membentuk suatu forum keputrian di mushallah As- Syifa FK UNILA. Sebelumnya, presentasi dari divisi finansial dilaksakan setelah shalat jumat di masjid Al-Wasii Universitas Lampung, dan forum keputrian dilaksanakan ketika shalat jumat. Setelah presentasi dari divisi finansial dilanjutkan dengan presentasi dari divisi P&K yang disampaikan oleh akhina Syahrul Habibi. Divisi P&K adalah divisi yang terakhir yang menyampaikan progja-progjanya,dan setelah itu dilanjutkan dengan penentuan tenderisasi acara-acara FULDFK DEW-1. 

Untuk tenderisasi acara 6th SUMMATION ada beberapa calon, yaitu FK USU, FK UISU, FK UNIMAL, tanpa melalui perundingan dan musyawarah FK UNIMAL siap untuk menjadi tuan rumah dalam acara 6th SUMMATION. Setelah pemilihan untuk acara 6th SUMMATION telah dipilih, dilanjutkan dengan tenderisasi untuk acara MMLC. Setelah melalui perundingan didapatkan hasil, bahwa FK USU terpilih sebagai penyelenggara MMLC tahun depan. Setelah rangkaian rapat kerja wilayah dan tenderisasi, para delagasi kembali ke penginapan untuk bersiap-siap menuju rumah dinas walikota Bandar Lampung. Delegasi tiba di rumah dinas walikota Bandar Lampung sekitar pukul 19.00 yang dilanjutkan dengan acara shalat isya. Rangkaian acara di rumah dinas walikota adalah berupa acara pembukaan untuk kedua kalinya setelah acara pembukaan yang telah dilaksanakan sebelumnya di Masjid Al Furqon. 

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci al-quran, yang dilanjutkan dengan tarian yang ditunjukkan kepada para tamu yang berkunjung ke Bandar Lampung, lalu dilanjutkan padusan suara dari paduan suara FK UNILA. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh ketua pelaksana, yaitu akhina Fariz Fadli Tanjung, dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua FULDFK DEW-1 yang di wakilkan oleh akhina Ahmad Ismatullah sebagai Sekretaris wilayah satu FULDFK DEW-1 sekaligus ketua umum LDFK UNILA FSI Ibnu Sina. Setelah itu ada sambutan dari sambutan dari pembantu rektor tiga, dan akhirnya sambutan dari bapak walikota Bandar Lampung yang biasa yang dikenal dengan panggilan ayah Herman.


Pada hari sabtu nya para acara yang akan di ikuti oleh para delegasi adalah rangkaian acara seminar kesehatan nasional dengan tema kanker pada pandangan Islam. Yang mengisi acara dalam acara seminar nasional tersebut adalah Prof. Dr. dr. H. Farid Amfasa Moeloek, Sp.OG. KFER, Dr. dr. Asep Sukohar, Dr. dr. Basuki Supartono, Sp. OT, FIEC, MARS, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K). Untuk pemateri pertama adalah Prof. Dr. dr. H. Farid Amfasa Moeloek, Sp.OG. KFER , beliau menyampaikan materi tentang waspada penyakit penyebab kemandulan atau infertilisasi pada wanita muda. Pemateri kedua adalah Dr. dr. Asep Sukohar, beliau menyampaikan materi mengenai pengenalan lebih dalam dari pengobatan kanker dari pengobatan menggunakan bahan kimia sampai menggunakan bahan herbal, serta melihat baik buruknya dari pandangan Islam. Pemateri ketiga Dr. dr. Basuki Supartono, Sp. OT, FIEC, MARS, beliau menyampaikan materi tentang pengaruh penggunaan sel punca atau stem cell terhadap regenerasi sel, dan dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) menyampaikan materinya terakhir yaitu tentang imunisasi dan pengobatan modern menurut prospektif Islam. Dalam acara tersebut tidak hanya di isi dengan materi saja, tetapi juga di isi dengan hiburan yaitu berupa live acoustic dan nasyid.

Setelah rangkaian acara para delegasi kembali menuju penginapan untuk beristirahat dan bersiap-siap menuju rumah rektor UNILA Prof. Dr. Ir. H. Sugeng P. Haryanto, M.Si. Dirumah rektor ini adalah rangkaian farewell summation yang kelima, dimana para delegasi dan panitia di undang ke rumah beliau. Rangkaian acara nya berupa sambutan dari ketua pelaksana summation kelima, dosen pembimbing, pembantu rektor tiga, sambutan terakhir dari rektor UNILA. Lalu dilamjutkan dengan acara makan bersama yang di iringi dengan lagu-lagu yang di nyanyikan oleh para tamu. Acara berlangsung hingga pukul sebelas malam dan para delegasi pun kembali menuju ke penginapan untuk bersiap-siap untuk acara ke esokan harinya yaitu bakti sosial.

Hari minggu para delegasi melakukan serangkaian acara bakti sosial di desa Sukarame dua, yaitu daerah

paling ujung di Bandar Lampung dan sangat terpencil dan jauh sekali dari yang namanya hiruk pikuk kota. Desa ini mungkin bisa dibilang terisolir dan kurang mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, hal tersebut bisa di lihat dari kondisi sekolah dasar nya yang hanya memiliki sekitar tiga ruangan dan itu pun masih di bagi lagi menjadi dua kelas, sehingga jumlah kelas menjadi enam kelas.




Disini para delegasi di bagi menjadi dua tempat dalam baksis ini, pertama ada delegasi yang bertugas di kelas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga desa dan satu nya lagi berada di mushallah deket sekolah dasar tersebut untuk melakukan bersih-bersih mushallah dan memberikan sumbangan berupa Alquran, mukena, dan peralatan bersih-bersih. Disini tidak hanya para delegasi yang mengikuti rangkaian acara nya, tetapi para panitia juga mengikuti rangkaian acara nya. Selain memberikan pelayanan kesehatan dan membersihkan mushallah, ada juga acara memberikan pembelajaran kepada siswa-siswi sekolah dasar tersebut mengenai acara baksos ini selesai sekitar pukul sebelas siang, setelah dari acara baksos ini para delegasi diajak panitia jalan-jalan ke tempat wisata bumi kedato, disana para delegasi diberikan suguhan pertunjukkan gajah yang sangat menarik, dan disana pula para delegasi menikmati suasana bumi kedaton yang sangat sejuk yang di temani dengan langit yang mendung. Setelah dari bumi kedaton para delegasi diajak oleh panitia untuk membeli oleh-oleh di daerah Teluk. Setelah membeli oleh-oleh, para delegasi meninggalkan Bandar Lampung untuk kembali ke daerah masing-masing.


Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

                                                           Ditulis oleh 

Fairuz Rabbaniyah, (KKIA DEW 1)



Selasa, 20 November 2012

Qurban ala PHBI FK USU

Posted by DEW 1 FULDFK on 01.37 with No comments
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kita nikmat iman dan nikmat islam yang tak tergantikan di dunia ini, dan tak lupa shalawat beriring salam kita haturkan kepada junjungan kita, yakni Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan hingga zaman berilmu pengetahuan seperti hingga apa yang kita rasakan sampai saat ini. Ikhwahfillah, apa kabar nih semuanya???? Masih dalam keadaan sehat wal’afiatkan??? hehehehe Nih ada sedikit info tentang LDFK yang berada di Sumatra Utara yakni Universitas Sumatra Utara, ikhwahfillah, mungkin kita gak semuanya tau nama LDFK USU, hanya sekedar member info bahwa nama LDFK yang di USU yaitu PHBI FK USU, nahh sekarang udah pada tau kan  hehehehe Ikhwahfillah tau gak nih, kemarin pada tanggal 26 oktober 2012 salah satu devisi dari PHBI FK USU yakni HBIPM (Hari Besar Islam dan Pengabdian masyarakat) mengadakan acara agenda tahunan yaitu “MEJA QURBAN” yang mana pada tahun ini bekerja sama dengan Departemen Kerohanian PEMA “Pengabdian Masyarakat” dari BEM FK USU dengan tujuannya adalah supaya para civitas kampus dipermudh bagi siapa yang mau qurban. Ooooohh iyaa ikhwahfillah, Alhamdulillah pada tahun ini dapat mengurbankan 7 sapi, wahhhhh hebattt kannn  ….. itu didapat dari 37 hamba Allah yang mengikhlaskan uang mereka untuk dijalan Allah SWT, diantaranya dari dosen 7 insan dan selebihnya dari mahasiswa dan keluarganya, subhanallah … Ikhwahfillah, nih foto diambil ketika pembukaan dari acara meja qurban PHBI FK USU :
Terus foto ini diambil pada saat pemotongan hewan qurban :
Waahhh gimana acaranya ikhwahfillah ???? Seruu kannnn???? Hehehehe  Semoga kita dapat belajar dari acara PHBI FK USU, terus ikhwahfillah semoga juga kita dapat mengambil hikmahnya yah  OK OK OK ???? Terus semoga juga kita tahun depan dapat melakukan ibadah Qurban sesuai yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim A.S dan Ismail A.S amien amien ya rabbal’alamin.  Ikhwahfillah, udah dulu yahhh ntar kita lanjutin lagi  OK OK OK OK ???? hehehehehe Ikhwahfillah, ane minta maaf bila ada salah kata dalam ketikan ini, yang salahnya itu dating dari ane sendiri dan yang benar datangnya hanya dari Allah SWT, akhir kata Wassalamu’alaikum Wr. Wb.  Allah huakbar…… !!!!!!!!!
Assalamu’alaikum wr. Wb. Ikhwatifillah, tahu gk nih tentang kesehatan ala islam atau yang sering disebut dengan thibbun nabawi. Mau tauuuu??????  Check it out…..!!!!!  Fakta Thibbun Nabawi: Habbatus Sauda, Madu, dan Minyak Zaitun Ikhwatifillah, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18. Sesungguhnya iman kepada Allah dan para Rasul, yaitu aqidah yang tertanam dalam hati, merupakan solusi pengobatan yang terpenting bagi hati, yakni bagi penyakit jiwa. Sedangkan untuk penyakit jasmani, kita bisa menengok metode pengobatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Istilah Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurofat. 1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya,“Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”. Habbatus sauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, bisa juga membantu kesembuhan berbagai penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatus sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Telah terbukti dari berbagai hasil penelitian ilmiah bahwa habbatus sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami. Beberapa resep penggunaan dan manfaat habbatus sauda’: Ditumbuk, dibuat adonan dangan campuran madu, kemudian diminum setelah dicampur air panas, diminum rutin berhari-hari: menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kencing, memperlancar air seni, haid dan ASI. Diadon dengan air tepung basah atau tepung yang sudah dimasak, mampu mengeluarkan cacing dengan lebih kuat. Minum minyaknya kira-kira sesendok dicampur air untuk menghilangkan sesak napas dan sejenisnya. Dimasak dengan cuka dan dipakai berkumur-kumur untuk mengobati sakit gigi karena kedinginan. Digunakan sebagai pembalut dicampur cuka untuk mengatasi jerawat dan kudis bernanah. Ditumbuk halus, setiap hari dibalurkan ke luka gigitan anjing gila sebagian dua atau tiga kali oles, lalu dibersihkan dengan air. Untuk konsumsi rutin menjaga kesehatan, sebaiknya dua sendok saja. Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsinya bisa mematikan. 2. Madu atau ‘Asl “Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69) Beberapa hasil penelitian tentang madu: a. Bakteri tidak mampu melawan madu Dianjurkan memakai madu untuk mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti) b. Madu kaya kandungan antioksidan Antioksidan fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress) c. Madu dan kesehatan mulut Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lain. d. Madu dan kulit kepala Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala. e. Madu dan pengobatan kencing manis Madu mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsure antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter. f. Madu mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung Madu berperan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan. g. Selain itu madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan. Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya. 3. Minyak Zaitun “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Fungsi minyak zaitun: Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat. Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah. Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi. Mengurangi serangan kanker. Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%. Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%. Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon. Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma) Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung. Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI. Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja. Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamyang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya. Nah ikhwatifillah, udah tau kan sekarang???  hehehehe Semoga kita dapat mengambil hikmah dan menjadikan Thibbun nabawi menjadi salah satu menjadi salah satu pedoman kita. Ikhwatifillah, udah dulu yahhh???? Besok-besok kita lanjutin lagi yahhhh!!!!  OK OK OK !!! Syukran  Wassalamu’alaikum wr. wb.